Kabar Bangsa – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Kepala BPBD PK Kabupaten Pandeglang Riza Achmad Kurniawan mengatakan, informasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan dari Pos Pengamatan Gunung Api di Kalianda dan Pasauran. Meski terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, kondisi di wilayah Kabupaten Pandeglang hingga saat ini masih dinyatakan aman.
“Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, kami mengimbau masyarakat, terutama para nelayan, agar tidak mendekati kawasan gunung dalam radius minimal tiga kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi,” kata Riza, Ahad (5/7/2026).
Riza menegaskan, masyarakat tidak perlu panik. Aktivitas sehari-hari masih dapat dilakukan seperti biasa dengan tetap memperhatikan arahan dan langkah-langkah mitigasi bencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan informasi diperoleh dari sumber resmi seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, maupun BPBD Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Menurut dia, BPBD PK Kabupaten Pandeglang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang dapat ditimbulkan.
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat pesisir agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang dianggap berpotensi membahayakan.
“Koordinasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam upaya mitigasi bencana. Kami berharap seluruh masyarakat tetap waspada, namun tidak panik, serta selalu mengikuti arahan dari pemerintah,” pungkas Riza. ***







