Berita  

Pemerhati Wisata Lukmanul Hakim: Pandeglang Kaya Potensi, Saatnya Percepat Lalu Lintas Sektor PAD   Lewat Inovasi dan Kreatif 

banner 468x60

Kabar Bangsa – Pemerhati destinasi wisata yang juga aktivis senior Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) di Kabupaten Pandeglang, Lukmanul Hakim angkat bicara soal ikhtiar untuk menggerakan lalu lintas sektor pendapatan asli daerah atau PAD.

Ia menilai masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan yang memiliki prospek besar apabila dikelola secara serius, kreatif, dan berkelanjutan.

Lukmanul mengatakan, Kabupaten Pandeglang memiliki kekayaan potensi wisata yang sangat beragam. Mulai dari wisata kuliner, wisata alam, wisata air, pegunungan, hingga wisata religi yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penyumbang PAD. Namun jika tidak tergali maka potensi wisata menjadi terbengkalai.

“Salah satu langkah efektif untuk menghimpun PAD adalah menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan potensi daerah. Pemerintah harus mulai membangun strategi yang melibatkan semua pihak melalui pendekatan pentahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Dengan begitu, program yang dirancang akan lebih mudah diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Lukmanul Hakim, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, meningkatkan PAD bukanlah sesuatu yang sulit apabila ada kemauan dan komitmen bersama untuk membangun Pandeglang. Yang terpenting adalah keberanian menggali potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Sayang sekali jika kita memiliki begitu banyak potensi, tetapi belum dikelola secara optimal. Padahal dari potensi-potensi itulah dapat lahir sumber pendapatan baru bagi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lukmanul juga menekankan pentingnya menerapkan konsep pembangunan pariwisata berbasis ekowisata (ecotourism) yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pelestarian budaya. Menurutnya, konsep tersebut bukan hanya mampu menarik minat wisatawan, tetapi juga menjaga kelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Ia menambahkan, apabila sektor pariwisata dikelola secara profesional dan terintegrasi, dampaknya tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah, menekan angka pengangguran, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta membantu mengendalikan inflasi melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal.

“Sudah saatnya Pandeglang bergerak dari sekadar memiliki potensi menjadi daerah yang mampu mengelola potensi itu menjadi kekuatan ekonomi. Dibutuhkan pemikiran yang visioner, kolaborasi semua pihak, dan keberanian untuk berinovasi agar pariwisata benar-benar menjadi salah satu tulang punggung pembangunan daerah,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *