KABARBAGSA- Keberadaan Pulau Peucang di Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten, kembali jadi sorotan wisatawan yang cari liburan anti-mainstream. Pulau seluas 450 hektare ini dijuluki “Surga Tersembunyi di Ujung Barat Jawa” karena alamnya masih sangat alami dan minim polusi cahaya.
Surga Snorkeling & Pantai Pasir Putih
Daya tarik utama Pulau Peucang ada di lautnya. Perairannya jernih dengan terumbu karang yang masih sehat. Spot snorkeling di Tanjung Layar dan Teluk Legon Butun jadi favorit buat liat ikan badut, pari, sampai penyu hijau yang mampir bertelur.
Pantai Cidaon dan Pantai Perawan punya pasir putih bersih. Pas air surut, garis pantainya lebar banget. Malam hari langitnya bersih, cocok buat liat bintang tanpa gangguan lampu kota.
Habitat Banteng Jawa & Rusa
Gak cuma laut, Pulau Peucang juga rumah buat satwa endemik. Padang Pengamatan Cidaon jadi spot paling gampang buat liat banteng Jawa makan rumput di sore hari. Rusa, monyet ekor panjang, dan babi hutan juga sering keliatan berkeliaran.
Pengunjung wajib ditemenin ranger TNUK biar aman dan satwanya gak terganggu.
Akses & Aturan Berkunjung
Buat ke Pulau Peucang, wisatawan harus lewat Pelabuhan Taman Jaya, Sumur, Pandeglang. Dari sana naik kapal 2-3 jam tergantung ombak. Kapal reguler cuma ada jadwal tertentu, jadi banyak wisatawan sewa kapal bareng.
Catatan penting:
1. *Izin dulu*: Semua pengunjung wajib lapor dan urus SIMAKSI di kantor TNUK. Kuota dibatasi biar alam gak rusak.
2. *Bawa logistik sendiri*: Di pulau cuma ada wisma sederhana milik TNUK. Makanan, air mineral, obat-obatan bawa dari darat.
3. *Zero waste*: Sampah wajib dibawa balik. Plastik sekali pakai dibatasi.
Biaya masuk TNUK + Pulau Peucang sekitar Rp150.000/orang/hari untuk WNI, belum termasuk sewa kapal dan guide.
*Kenapa Masih Sepi Padahal Bagus?*
Kepala Resort TNUK Ujung Kulon bilang akses yang susah dan kuota terbatas sengaja dijaga biar ekosistemnya gak rusak kayak destinasi lain. “Kami mau wisatawan yang datang emang siap jaga alam, bukan cuma foto-foto,” ujarnya.
Musim terbaik ke Peucang April-Oktober pas ombak lagi tenang. Pas musim barat November-Maret, kapal sering gak jalan karena gelombang tinggi.
Buat lo yang udah bosen Bali/Lombok dan mau ngerasain alam liar beneran, Pulau Peucang bisa jadi pilihan. Tapi siapin fisik dan mental ya, karena sinyal HP di sana nyaris gak ada. Justru itu nikmatnya: bener-bener lepas dari dunia maya. ***







