KABARBANGSA- Anggota DPR RI Fraksi PKB, Ahmad Fauzi, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten I, tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Sabtu (20/6/2026), di Aula DPC PKB Pandeglang.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPC PKB Pandeglang, Nawawi Nurhadi, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Banten, beserta jajaran pengurus dan sejumlah elemen masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa sebagai anggota DPR RI, dirinya memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Alhamdulillah, masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Saya berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Ahmad Fauzi kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Ahmad Fauzi yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB Banten menjelaskan, terdapat empat materi utama yang disampaikan, yakni Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Demokrasi yang kita jalankan adalah demokrasi Pancasila, bukan negara federal. Karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan harus terus ditanamkan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan pesatnya arus digitalisasi, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.
“Peran media juga sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat. Media merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki kontribusi besar dalam memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.
Ahmad Fauzi mengingatkan bahwa lemahnya pemahaman dan implementasi Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bagi kita, NKRI adalah harga mati. Karena itu, saya akan terus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya. ***







