Berita  

20 Tahun Menjadi Imam, Ustaz Mursanudin Sebut  Masjid Kuno Baitul Arsy  Menyimpan Jejak Para Wali

banner 468x60

KABARBANGSA – Di tengah perkampungan yang asri di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, berdiri sebuah masjid kuno yang hingga kini masih terjaga keasliannya. 

Masjid tersebut adalah Masjid Kuno Baitul Arsy, sebuah bangunan bersejarah yang diyakini masyarakat menyimpan jejak penyebaran Islam dan para wali di wilayah Banten.

Sosok yang selama hampir dua dekade dipercaya menjadi imam masjid tersebut, Ustaz Mursanudin mengaku hingga kini belum diketahui secara pasti siapa tokoh yang pertama kali mendirikan atau membangun Masjid Baitul Arsy.

“Selama saya menjadi imam di sini, belum ada keterangan pasti mengenai siapa pendiri pertama masjid ini. Baik dari tokoh agama maupun tokoh masyarakat setempat, belum ada yang mengetahui secara jelas sejarah awal pembangunannya,” ujar Ustaz Mursanudin kepada KabarBangsa.com, Sabtu (13/6/2026).

Meski demikian, berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa masjid tersebut memiliki keterkaitan dengan perjalanan dakwah para wali pada masa penyebaran Islam di tanah Banten. 

Kepercayaan itu diperkuat dengan kondisi bangunan yang masih mempertahankan bentuk arsitektur tradisional dan diyakini telah berusia ratusan tahun.

“Iya, arsitektur masjid ini masih asli dan usianya diperkirakan sudah ratusan tahun. Sampai sekarang banyak para pujangga, tokoh agama, dan peziarah yang datang berkunjung serta singgah di Masjid Baitul Arsy,” katanya.

Menurutnya, keberadaan masjid kuno tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi tujuan kunjungan bagi pencinta sejarah Islam dari berbagai daerah. 

Para pengunjung datang untuk melihat langsung bangunan bersejarah sekaligus menelusuri jejak perkembangan Islam di wilayah Pandeglang.

Ustaz Mursanudin menuturkan, sebagian besar pengunjung berasal dari luar Provinsi Banten, seperti Cirebon, Bekasi, Bogor, hingga sejumlah daerah lainnya di Pulau Jawa.

“Mereka datang untuk mengetahui sejarah Islam di masjid ini. Selain itu, biasanya mereka juga menyempatkan diri untuk melaksanakan salat dan berdoa di sini,” tuturnya.

Hingga kini, Masjid Kuno Baitul Arsy tetap menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang menyimpan banyak keajaiban.

Belum diketahuinya catatan tertulis mengenai asal-usul pendirian masjid ini,  justru menambah daya tarik tersendiri bagi para peneliti, pegiat sejarah, maupun masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat jejak peradaban Islam di Kabupaten Pandeglang.

Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan warga, masjid ini juga menjadi simbol warisan budaya dan sejarah yang terus dijaga keberadaannya oleh masyarakat setempat agar tetap lestari untuk generasi mendatang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *