Kabar Bangsa– Perjalanan menyusuri kawasan perbukitan Gunung Karang dilakukan Camat Majasari Mukhtadi bersama Kapolsek Pandeglang Kompol Wendi Indra Yudha, PG, SH, MH, saat mengunjungi Masjid Kuno Baetul Arsy di Kampung Pasir Angin, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Untuk mencapai masjid bersejarah tersebut, keduanya harus menyusuri medan yang cukup menanjak. Perjalanan itu menjadi pengalaman tersendiri sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah kecamatan dan kepolisian terhadap keberadaan situs keagamaan dan sejarah yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Masjid Kuno Baetul Arsy diperkirakan telah berusia sekitar 200 tahun. Bangunan masjid yang didominasi material kayu tersebut masih mempertahankan bentuk dan sejumlah bagian aslinya.
Setibanya di lokasi, Camat Majasari dan Kapolsek Pandeglang melihat langsung kondisi bangunan masjid serta berbincang dengan masyarakat setempat mengenai sejarah dan keberadaan masjid yang menjadi bagian dari warisan sejarah Islam di wilayah tersebut.
Camat Majasari Mukhtadi mengatakan, keberadaan Masjid Kuno Baetul Arsy merupakan potensi yang perlu dijaga dan dirawat bersama.
Menurut dia, selain menjadi tempat ibadah, masjid tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat dikenalkan kepada generasi muda.
“Kami ingin melihat langsung kondisi masjid ini. Ternyata untuk menuju lokasi memang membutuhkan perjuangan karena berada di kawasan perbukitan. Namun, rasa lelah terbayar ketika melihat langsung bangunan masjid yang masih mempertahankan bentuk lamanya,” ujar Mukhtadi.
Ia berharap masyarakat bersama pemerintah dapat terus menjaga keberadaan masjid tersebut, sehingga nilai sejarahnya tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Kapolsek Pandeglang Kompol Wendi Indra Yudha mengapresiasi masyarakat yang hingga kini masih menjaga keberadaan Masjid Kuno Baetul Arsy.
Menurutnya, keberadaan tempat bersejarah seperti masjid tersebut menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Pandeglang.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga dan merawat masjid ini. Semoga keberadaannya terus dipertahankan dan menjadi bagian dari sejarah yang bisa dikenal oleh generasi mendatang,” katanya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara pemerintah kecamatan, kepolisian dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah serta potensi wisata religi di wilayah Kecamatan Majasari.***







