Kabar Bangsa– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dijadikan momentum untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah sekaligus meneladani akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pandeglang, Dodi Setiawan, mengatakan, Maulid Nabi memiliki makna penting bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengimplementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita mengambil keteladanan dari kehidupan beliau. Akhlak Rasulullah harus menjadi inspirasi dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Dodi Setiawan.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang memiliki keteladanan luar biasa, baik dalam hal kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, maupun kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, kata dia, semangat Maulid Nabi harus mampu mendorong umat Islam untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan dengan memperbanyak selawat dan memeriahkan peringatan, tetapi juga harus tercermin melalui perilaku.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah, maka salah satu buktinya adalah berusaha mengikuti akhlak dan ajaran beliau. Kita harus menjadi pribadi yang jujur, amanah, saling menghormati dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Dodi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Nabi tetap relevan di tengah tantangan kehidupan modern dan derasnya arus informasi.
“Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, kita harus semakin berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat menyebarkan hoaks, kebencian atau hal-hal yang dapat memecah persaudaraan,” katanya.
Ia menilai, semangat rahmatan lil ‘alamin yang dibawa Rasulullah SAW juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial dengan membangun kepedulian, menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Pesan penting dari Maulid Nabi adalah bagaimana kehadiran kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan hanya meriah saat peringatannya, tetapi setelah itu tidak ada perubahan dalam perilaku,” tutur Dodi.
Dodi berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
“Semoga dengan memperingati Maulid Nabi, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, keimanan semakin baik dan akhlak kita semakin dekat dengan keteladanan beliau,” ucapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri umumnya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pembacaan selawat, pengajian, kajian sirah nabawiyah serta kegiatan sosial. Substansi utama yang diharapkan adalah semakin mengenal perjuangan Rasulullah dan menjadikan akhlaknya sebagai teladan dalam kehidupan.***







