KABSR BANGSA- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menuntaskan 80 persen persoalan sampah nasional pada tahun 2029 tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah saat ini tengah mendorong pembangunan 30 fasilitas Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL) sebagai bagian dari upaya mengurangi timbunan sampah sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi yang bermanfaat.
“Pemerintah terus memperkuat infrastruktur dan teknologi pengelolaan sampah. Namun, keberhasilan target penyelesaian 80 persen persoalan sampah pada 2029 sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah akan memberikan dampak besar terhadap efektivitas pengelolaan sampah secara nasional. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pembangunan fasilitas Waste to Energy merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi peningkatan volume sampah di berbagai daerah. Dengan teknologi tersebut, sampah tidak hanya dikurangi volumenya, tetapi juga dimanfaatkan menjadi energi yang bernilai bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan budaya memilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pemerintah optimistis bahwa melalui penguatan infrastruktur, penerapan teknologi modern, serta meningkatnya kesadaran masyarakat, target penyelesaian 80 persen persoalan sampah nasional pada tahun 2029 dapat tercapai sesuai rencana.***







