KABARBAGSA- Sosok Hj. Nuriah dikenal sebagai birokrat perempuan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab. Kariernya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang berakhir dengan mulus dan penuh penghargaan, meninggalkan kesan mendalam bagi rekan sejawat maupun masyarakat yang pernah merasakan pelayanannya.
Selama berkarier di dunia birokrat Pemkab Pandeglang, Nuriah berawal dari karier bawah yakni perawat. Dengan ketekunan dan terus berjenjang pendidikan , beliau menjabat di Dinas Kesehatan, kemudian Dinas Sosial, hingga kariernya terus mengalir menjabat Asisten daerah (Asda).
Selama menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara 39 tahun tiga bulan, Hj. Nuriah selalu menunjukkan semangat kerja yang tinggi serta komitmen kuat dalam menjalankan amanah yang diberikan. Baginya, menjadi birokrat bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga wujud pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Dalam setiap langkah pengabdiannya, Hj. Nuriah memegang teguh prinsip profesionalisme dengan berpedoman pada aturan yang berlaku. Dedikasi, loyalitas, disiplin, serta kepatuhan terhadap arahan pimpinan menjadi landasan yang selalu dijunjung tinggi selama bertugas.
“Ya, birokrat adalah abdi negara yang harus patuh dan taat kepada pimpinan, serta menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan atensi dan kebijakan pimpinan,” ujar Nuriah.
Menurutnya, keberhasilan seorang birokrat tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan baik dengan masyarakat dan sesama rekan kerja. Karena itu, meskipun telah memasuki masa purna bakti, Hj. Nuriah tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi yang hangat dengan teman sejawat maupun warga.
Pengabdian panjang yang dijalani Hj. Nuriah menjadi teladan bahwa integritas, kerja keras, dan ketulusan dalam melayani masyarakat akan selalu dikenang. Masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk terus memberikan inspirasi dan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan rekam jejak yang baik dan karier yang berakhir penuh kehormatan, Hj. Nuriah membuktikan bahwa seorang birokrat yang bekerja dengan hati akan meninggalkan warisan keteladanan yang tak lekang oleh waktu. ***







